Hidup hanya menuntut kewajaran

Kegiatan Ku dengan Do’a Ku

 

malu²

Hari penuh do’a (si dodol lagi tobat negh)!!!!!!

Pagi ini aku terjaga karena selisik udara dingin yang mulai menyusupi kamarku. Aku pun berdo’a.. “Ya..Allah, mampukan aku untuk melepas belenggu setan dan bangkit dari nyaman kasurku untuk menuju-Mu.”
Dalam do’a selepas solat aku memohon.

“ya..Allah, mudahkanlah aku dalam menjalani hari sesuai dengan ridho-Mu. Lalu karuniakanlan keceriaan dan kelimpahan rizki atas hari ini bagiku, ayah, ibu, kakak, dan adiku.”

Hari ini aku kuliah pagi² tepatnya pukul tujuh. Segera kuturuni dua lapis tangga untuk bersiap. Sebelum berangkat, segelas susu madu dan roti isi kubuat secepat kilat. Kuredakan nafas tersenggalku sebelum makan, lalu berdo’a

“Ya allah karuniakanlah berkah atas rizki ini dan jauhkan aku dari segala marabahaya yang datang dari
sisi yang tak kuketahui Ya Rabb..”

Jam tujuh kurang lima belas menit!! Padahal aku harus naik angkot menuju kampus dan melewati daerah ‘padat merayap’. Maka semoga Allah memudahkanku untuk sampai kekampus.
Dan hari²ku mangalirlah….
####
Tiba² pak sopir mengeluh kesah pada seorang penumpang di sebelahnya tentang sulitnya memenuhi setoran beberapa hari terakhir ini…
“kiri ya pak”..! Ujar ku setengah berteriak….

Kubayarkan ongkosku pada pak sopir seraya bergumam semoga Allah melapangkan rizkinya hari ini dan semoga anak²nya menjadi anak yang saleh.

Sejujurnya, sesampainya dikampus rasa malas merasuk. Aku teringat beberapa banyak hal yang harus kukerjakan hari ini. Kuliah hanya memakan waktu empat jam, sementara kesibukan yang akan memadati hingga mentari terbenam. Maka semoga Allah meluangkan waktuku untuk membuat segalanya husnul khotimah.

“Kali ini saya mengerjakan tentang fungsi otokid..”bu dosen membuka kuliah yang seharusnya dimulai lima belas menit lagi

Dan aku pun menghela nafas..semoga Allah memberiku kemudahan dalam mencerna kata²nya yang begitu cepat mengalir, berlomba dengan penaku yang ngos²an berlari diatas kertas.

**********************
****
Babak siang kumulai dengan sebuah rapat yang hanya dihadiri segelintir orang. Maka Aku memohon pada Allah agar teman²ku yang lain dimudahkan untuk memenuhi tanggungjawabnya.
Selepas rapat, teman² se-gank sahabatku telah menanti untuk jalan²ke toko buku bersama. Aku girang melihat mereka. Semoga Allah melimpahkan hidayah untuk mereka yang sangat kusayangi.

Sesampainya di Gramedia, seperti biasa, kami berpencar. Aku pun tenggelam dalam pencarian. Dideretan buku best seller mataku tertumbuk pada sebuah buku sastra Inggris. Sejenak aku jadi teringat pada seorang kawan lama yang menyukai sastra Inggris. Duh…kok jadi kangen. Maka aku berdo’a semoga Allah berkenan menyampaikan rasa rindu ini dan memberiku kesempatan untuk mengolah segala rasa dengan cara yang ia sukai.

**********************
****
Senja datang, aku pun kembali pulang merunuti jalan hingga sampai ditepi jalan bangbayang. Di ujung gang jalan aku berpapasan dengan seorang pemuda. Kami sering berpapasan di ujung gang sebagaimana kami sering berpapasan di pintu gedung Salman. Namun kami tak pernah saling tegur sapa.
Ia rajin solat berjamaah dekat pesantrenku tinggal. Aku pun bergumam….

“Assalamualikum ya Akhi…! Rumput masjid pasti senang dengan tapak sandalmu. Embun dahan pasti menetes tersedu mendengar tartil [tertib] bacaan Qur’anmu. Semoga Allah memudahkanmu untuk lulus kuliah dan memuliakanmu dengan ilmu yang kau miliki
**********************
****
Malam tanpa bintang seperti biasa menyambangi tiap ruang udara. Kuakhiri hari dengan pinta ku pada Rabb….
“Ya Allah mampukan aku untuk menjadi hamba pilihanMu. Mampukan aku untuk menjadikan cintaMu sebagai cinta terbesar dalam hatiku. Menangkan aku atas jerat dunia dan seisinya , jadikan aku atas bagian dari anak yang bisa berbakti kepada Orangtua. Ya Allah karuniakan rahmat-Mu buat orang² yang aku sayangi dan kucintai di jannah Mu…Wahai Ar-Rahman”

**********************
****
Sulit buatku untuk melihat air mata ibu, di setiap tetesan air mata-nya adalah kasih sayang yang tak terbalas….
Ibu ’ ku mohon maaf Mu,.
Aku sadar, tak pantas buatku buat menaruh sifat egoisku….
Wehhhhhhhhhhh ko jadi sedih!!!!!
Yang pasti kabarku dibandung baik dan sehat selalu!!!! Aminnnn!!!!!!
Bagaimana kabar dirumah? Pastikan sehat selalu dan selalu dilindungan Allah…
Dari Anan Rifki Ferdiana

**********************
****

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.